Windows Server

Windows Server


A. Pegertian

Windows Server adalah suatu merek (brand) sistem operasi server yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation yang mendukung manajemen tingkat enterprise, penyimpanan data, aplikasi, dan komunikasi. Windows server ini berperan sebagai server atau data center yang berperan dalam pengelolaan jaringan server.

Windows Server pertama dirilis pada 24 April 2003 dengan edisi yaitu Windows Server 2003. Sebenarnya, sebelum merek “Windows Server” diperkenalkan, ada edisi server lainnya dari Windows yaitu Windows NT 3.1 Advanced Server, Windows NT 3.5 Server, Windows NT 4.0 Server, dan Windows 2000 Server.


B. Fungsi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Windows Server adalah sistem operasi server yang diperlukan dalam mengelola serta mengatur konfigurasi server dari perangkat perangkat yang terhubung dengan komputer di dalam suatu jaringan komputer.

Sehingga dengan penggunaan Windows Server ini mampu mendukung kinerja dan performa sebuah komputer server yang telah terhubung di suatu jaringan sehingga sistemnya berjalan dengan lebih baik.

Umumnya Windows Server menyediakan layanan yang berfokus pada server misalnya meng-host website, manajemen sumber daya pengguna dan aplikasi, keamanan & otoriasi, messaging (pesan), dan layanan lainnya yang berkaitan dengan server.

Adapun berikut ini beberapa fungsi Windows Server:

  • Membantu untuk mengoperasikan kebanyakan proses pelayanan server dari perintah sistem operasi yang berdasarkan arsitektur yang dimiliki oleh server tersebut.
  • Untuk memberikan hak kepada para pengguna dalam mengakses maupun memanajemen server, baik yang melalui GUI maupun CLI.
  • Untuk membantu konfigurasi server lanjutan dari sisi hardware, software maupun konfigurasi pada layanan jaringan tersebut.
  • Untuk mengelola dan monitoring kimputer client yang terhubung di sistem jaringan dan sistem operasi dalam menjalankan sistem jaringan tersebut.
  • Untuk menyediakan antar muka atau interface terpusat yang akan membantu pengguna (pelaksana keamanan/ admin) dalam menjalankan beragam proses, salah satunya dalam proses administratif.

C. Jenis-jenis

1. Windows 2000

Windows 2000 (atau Windows NT 5.0 build 2159) adalah sebuah versi sistem operasi Windows yang merupakan versi pengembangan dari Windows NT versi 4.0, dikeluarkan oleh Microsoft tanggal 17 Februari 2000 di Amerika Serikat, setelah beberapa kali mengalami penundaan peluncurannya.

Fitur

Windows 2000 menambahkan beberapa fitur baru, yaitu:

  1. Active Directory yang baru
  2. Image Preview
  3. Browser Explorer yang baru, yaitu Internet Explorer 5.0.
  4. Dukungan untuk Microsoft DirectX. Sebelumnya dalam Windows NT 4.0 hanya mendukung akselerasi OpenGL saja.
  5. Windows Media Player 6.4 terintegrasi. Akan tetapi, versi Windows Media Player tersebut dapat diinstalasikan di dalam versi Windows NT 4.0.
  6. Plug And Play yang lebih canggih, sehingga memasang hardware tertentu dapat langsung berjalan tanpa harus melalui proses restart.
  7. Menggunakan driver untuk hardware berbasis Windows Driver Model atau dikenal juga dengan WDM.
  8. Dukungan untuk manajemen daya yang lebih baik, yaitu ACPI (Advanced Configuration and Power Interface) yang dapat menghemat daya, utamanya ketika digunakan pada komputer portabel seperti halnya laptop atau notebook.
  9. Terminal Service yang telah terintegrasi. Sebelumnya pada Windows NT 4, Microsoft meluncurkan sebuah versi Windows NT tersendiri yang disebut dengan Windows NT 4 Terminal Services.

Sejarah pengembangan

Windows 2000 dikenal dengan kode "Windows NT 5.0" dan sebelum meluncurkan Windows NT 4.0, Windows 2000 sempat dikenal dengan kode "Cairo", tetapi tidak jadi untuk diluncurkan, sehingga Windows 2000 merupakan sebuah versi yang sama sekali tidak memiliki nama kode khusus. Microsoft mengubah nama "NT5" menjadi Windows 2000 pada tanggal 27 Oktober 1998.

Windows 2000 Beta 1 dirilis pada tanggal 27 September 1997, dan selanjutnya Microsoft pun meluncurkan beberapa perbaikan dalam Windows 2000 Beta 2 dan hingga akhirnya pada versi Beta 3, yang merupakan leluhur dari versi Release Candidate (RC) yang diluncurkan pada 29 April 1999. Tercatat tiga buah versi RC yang dikeluarkan oleh Microsoft dari Windows 2000 Beta 3 ini di antara bulan Juli 1999 hingga November 1999. Selanjutnya, Microsoft merilis versi RTM (Release to Manufacturer) dari Windows 2000 pada tanggal 12 Desember 1999, sementara dijual secara ritel pada tanggal 17 Februari 2000.

Windows 2000 pun banyak disebut sebagai sistem operasi yang paling stabil pada zamannya oleh banyak pengamat. Akan tetapi, beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan sistem operasi, seperti Novell tidak menganggapnya demikian. Active Directory, sebuah arsitektur layanan direktori yang dimasukkan ke dalam Windows 2000, tidak lebih baik dibandingkan dengan Novell Directory Services (NDS).

Pada tanggal 29 September 2000, Microsoft merilis versi Windows 2000 Datacenter Edition. Pada tanggal 15 Agustus 2000, Microsoft merilis Service Pack 1 (SP1) untuk Windows 2000, dan Windows 2000 Service Pack 2 (SP2) pada tanggal 16 Mei 2001. Selanjutnya, pada tanggal 29 Agustus 2002, Windows 2000 Service Pack 3 pun diluncurkan, dan diikuti oleh Windows 2000 Service Pack 4 pada tanggal 26 Juni 2003. Sayangnya, Microsoft mengatakan, bahwa mereka tidak akan merilis Service Pack lagi untuk Windows 2000, untuk membuatnya menjadi Service Pack 5, atau service pack yang lebih baru lagi. Pada tahun 2005, akhirnya Microsoft pun merilis Roll-up Update untuk Windows 2000 Service Pack 4, daripada harus meluncurkan Windows 2000 Service Pack 5.

Pada tahun 2001, seiring dengan diluncurkannya Microsoft Windows XP, pasar Windows 2000 Professional pun menjadi lebih sedikit, karena pasar Windows XP lebih ditujukan untuk menggantikan Windows 9x yang sangat populer saat itu. Akan tetapi, Windows 2000 Server masih belum tergantikan. Ketika Windows Server 2003 dirilis, akhirnya pasar Windows 2000 pun seolah 'dibunuh' oleh adiknya sendiri.

Versi

Windows 2000 terbagi menjadi beberapa versi, yaitu:

  • Windows 2000 Professional, yang ditujukan untuk untuk menggantikan Windows NT Workstation 4.0
  • Windows 2000 Server, yang ditujukan untuk menggantikan Windows NT Server 4.0
  • Windows 2000 Advanced Server, yang ditujukan untuk menggantikan Windows NT Enterprise Server
  • Windows 2000 Datacenter Server, yang merupakan sebuah kasta baru dalam sistem operasi Windows 2000, yang ditujukan sebagai pengelola pusat basis data yang sangat dibutuhkan dalam pasar korporat.
  • Windows 2000 Limited Edition, yang didesain secara khusus untuk mikroprosesor Intel Itanium yang menggunakan arsitektur IA-64 dari Intel Corporation.

2. Windows Server 2003

Windows Server 2003 merupakan sebuah versi sistem operasi Microsoft Windows yang ditujukan untuk pasar server korporat. Nomor versi internalnya adalah Microsoft Windows NT 5.2 build 3790. Dulunya dikenal dengan .NET Server, Windows .NET Server, Windows XP Server, atau Whistler Server. Sistem operasi ini merupakan kelanjutan dari sistem Windows 2000 Server.

Sejarah Pengembangan

Windows Server 2003 memiliki nama kode Whistler Server mulai dikerjakan pada akhir tahun 2000. Tujuan dari hal ini adalah Microsoft hendak membuat platform .NET, dengan menyediakan infrastruktur jaringan yang terbentuk dari Windows Server dan Windows Workstation. Proyek itu dinilai sangat ambisius, karena Microsoft berniat mengembangkan dua sistem operasi secara sekaligus (Whistler Server dan Whistler Workstation). Akhirnya, beberapa kali sistem operasi ini ditunda peluncurannya, karena jadwal pengembangan yang ketat, dan hanya sistem operasi Whistler Workstation saja yang dirilis setahun berikutnya dengan nama produk Windows XP, yang ditujukan untuk kalangan konsumer rumahan dan korporat.

Edisi

Windows Server 2003, Standard Edition

Adalah sebuah versi Windows Server 2003 yang benar-benar "dasar", dengan fitur-fitur yang umumnya dibutuhkan oleh sebuah server untuk melayani klien-kliennya di jaringan. Edisi ini diterbitkan untuk menggantikan Windows 2000 Server dan Windows NT 4.0 Server yang telah lama malang melintang.

Fitur yang diusung oleh Windows Server 2003, Standard Edition adalah sebagai berikut:

  • Fitur standar sebuah server: file service, print service, atau application server yang dapat diinstalasi (seperti Microsoft Exchange Server, SQL Server, atau aplikasi lainnya).
  • Domain Controller server.
  • PKI (public key infrastructure) server.
  • Domain Name System (DNS).
  • Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP).
  • Windows Internet Name Service (WINS).
  • Windows Terminal Services, meski kurang ideal untuk diimplementasikan dalam jaringan skala besar akibat adanya limitasi prosesor dan memori.
  • Mendukung pembagian beban jaringan, meski tidak dapat digunakan sebagai sebuah cluster.

Dengan fitur-fitur di atas, Windows Server 2003 Standard Edition jelas ditujukan sebagai fondasi bagi platform jaringan berbasis Windows untuk lingkungan jaringan skala menengah ke bawah, atau sebagai server yang ditujukan untuk mendukung server lainnya dalam jaringan yang lebih besar. Windows Server 2003 Standard Edition mendukung hingga empat buah prosesor fisik (prosesor logis dalam Intel HyperThreading akan dianggap sebagai satu prosesor fisik) dan mendukung RAM hingga 4 Gigabyte, serta dapat mengalamati 4 Terabyte hard disk.


Windows Server 2003 Datacenter Edition

Adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang berbeda dari dua versi lainnya yang telah disebutkan. Edisi ini tidak dapat diperoleh secara ritel, dan harus didapatkan sebagai bagian dari kombinasi antara perangkat keras server dari sebuah vendor, semacam Hewlett-Packard atau Dell. Alasan mengapa hal ini diberlakukan adalah untuk menjaga agar sistem dapat berjalan dengan sempurna (dengan hardware yang telah ditentukan oleh manufaktur serta driver yang telah disertifikasi dapat menjadikan sistem jauh lebih stabil). Umumnya, sebelum dijual kepada konsumen, manufaktur akan melakukan pengujian terlebih dahulu terhadap server yang bersangkutan. Tujuannya agar uptime sistem yang bersangkutan bertahan 99,999%, sehingga dalam satu tahun hanya 9 jam saja mengalami downtime.

Program-program yang disertakan dalam Windows Server 2003 Datacenter Edition berfokus pada keandalan sistem operasi. Microsoft membuat beberapa persyaratan bagi OEM yang hendak menggunakan edisi dari Windows Server 2003 ini, yakni sebagai berikut:

  • Semua perangkat keras yang dimasukkan ke dalam server harus memenuhi standar Microsoft dan lolos dari beberapa kali pengujian kecocokan (kompatibilitas), keandalan (reliabilitas). Hal ini diberlakukan terhadap semua perangkat keras, mulai dari prosesor, kartu jaringan, hard disk drive, dan komponen vital lainnya.
  • Semua driver perangkat keras harus disertifikasi oleh Microsoft. Tentu saja, driver-driver tersebut harus lolos pengujian, yang mungkin dapat menghabiskan waktu lebih dari satu bulan
  • Pengguna tidak dapat mengubah hardware server sesuka hatinya tanpa adanya pihak yang berwenang (customer support vendor server atau dari pihak Microsoft). Semua perubahan harus lolos pengujian yang disebutkan di atas.

Edisi ini mendukung hingga 32 buah prosesor (32-way SMP) dan memori hingga 64 GB pada sistem x86 serta mendukung mesin yang dikonfigurasikan secara 128-way dengan partisi yang bersifat individual. Dalam sistem IA-64, edisi ini mendukung hingga 64 buah prosesor dan memori hingga 512 Gigabyte. Selain itu, edisi ini mendukung clustering hingga delapan buah node serta pembagian beban jaringan sebagai fitur standar, serta memiliki Windows System Resource Manager yang mampu melakukan konsolidasi dan manajemen sistem.


Windows Server 2003 Web Edition

Adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang ditujukan khusus sebagai web server, yang menaungi beberapa aplikasi web, halaman web, dan layanan web berbasis XML. Windows Server 2003 Web Edition didesain sedemikian rupa, dengan menggunakan Internet Information Services (IIS) 6.0 sebagai infrastukturnya dan menggunakan teknologi ASP.NET untuk menangani layanan web berbasis XML dan aplikasi web lainnya.

Web server modern saat ini umumnya tidaklah dibuat dari satu mesin dengan banyak prosesor atau jumlah memori yang besar. Tetapi, umumnya dibentuk dari beberapa komputer dengan 1 CPU atau 2 CPU dengan RAM yang mencukupi. Dalam kasus ini, jika sebuah organisasi hendak menggunakan Windows Server 2003 Standard Edition, maka akan terlalu mahal (dalam beberapa kasus, justru sistem operasi yang lebih mahal daripada perangkat keras), sehingga beberapa organisasi pun berpaling ke solusi open-source semacam Linux atau Apache (yang dapat berjalan di atas Windows atau Linux) daripada menggunakan IIS yang hanya disediakan oleh Windows Server yang mahal. Sebagai respons dari kasus ini, Microsoft pun merilis Windows Server 2003 Web Edition. Untuk menekan harga, tentu saja ada yang dikorbankan: Windows Server 2003 Web Edition banyak memiliki layanan yang dibuang, termasuk di atanranya Routing and Remote Access, Terminal Services, Remote Installation Service (RIS), Service for Macintosh, dan penaungan terhadap Active Directory (tidak dapat dikonfigurasikan sebagai sebuah domain controller, meski dapat dikoneksikan ke sebuah domain Active Directory).


Windows Small Business Server 2003

Atau sering disebut sebagai Windows SBS, adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang ditujukan untuk pasar jaringan kecil. Harganya pun lebih murah dibandingkan dengan beberapa edisi lainnya, meski banyak yang dikorbankan, dalam teknologi jaringan yang didukung, jenis lisensi, perangkat pengembangan, dan redundansi aplikasi. Sebuah Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung hingga 75 pengguna saja.

Windows SBS didesain sedemikian rupa dengan fitur-fitur yang Microsoft anggap dibutuhkan oleh jaringan skala kecil, yang akan diimplementasikan pada server pertama mereka. Instalasi default-nya, Windows SBS akan menginstalasikan Active Directory, sebuah situs SharePoint Portal, dan Exchange Server. Selain itu, edisi ini juga menawarkan konfigurasi yang lebih mudah dalam mengatur firewall DHCP dasar dan router NAT dengan menggunakan dua buah kartu jaringan. Antarmuka manajemen sistem jaringan yang digunakannya lebih mudah digunakan dibandingkan edisi Windows Server lainnya bahkan oleh administrator yang baru sekalipun.

SBS juga dirilis dalam versi lainnya, yang disebut sebagai Windows Small Business Server 2003 Premium Edition yang mencakup semua fitur dalam Windows Small Business Server 2003 Standard Edition ditambah SQL Server 2000 dan ISA Server 2000.

Windows Small Business Server 2003 memiliki beberapa keterbatasan, yakni sebagai berikut:

  • Hanya boleh ada satu komputer dalam sebuah domain yang dapat menjalankan Windows Small Business Server 2003.
  • Windows Small Business Server 2003 harus berada di akar sebuah hutan Active Directory.
  • Windows Small Business Server 2003 tidak dapat menerima trust dari domain lainnya.
  • Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung 75 pengguna.
  • Windows Small Business Server 2003 tidak mendukung domain anak.
  • Windows Small Business Server 2003 hanya mendukung terminal services dalam modus remote administration.
  • Setiap server tambahan harus memiliki Windows Small Business Server 2003 Client Access License (CAL), yang dapat dikonfigurasikan untuk setiap pengguna atau setiap perangkat.

Windows Storage Server 2003
Adalah sebuah edisi Windows Server 2003 yang didedikasikan untuk layanan berbagi berkas dan berbagi alat pencetak. Sama seperti halnya Windows Server 2003 Datacenter Edition, edisi ini juga tidak dapat diperoleh secara ritel. Umumnya, edisi ini dapat diperoleh melalui OEM dalam perangkat Network Attached Storage (NAS). Perbedaan dari sistem Windows Server lainnya yang menyediakan layanan berbagi berkas dan alat pencetak adalah bahwa Storage Server 2003 tidak membutuhkan Client Access License (CAL).

Perbandingan antar edisi

KebutuhanStandard EditionEnterprise EditionDatacenter EditionWeb EditionSmall Business Server
CPU (x86)/jumlah maksimum133 MHz/4 CPU133 MHz/8 CPU400 MHz/32 CPU133 MHz/2 CPU?
CPU (IA-64)/jumlah maksimumTidak didukung733 MHz/8 CPU733 MHz/64 CPUTidak didukung?
CPU (x64)?????
RAM minimum
/rekomendasi
/maksimum
128 MB/256 MB/4 GB (x86);
? (x64)
128 MB/256 MB/32 GB (x86);
 ? (x64);
? (IA-64)
512 MB/1024 MB/64 GB (x86);
512 GB (IA-64)
128 MB/256 MB/2 GB (x86);
(x64)
?
Estimasi ruangan hard disk (x86/IA-64/x64)1,5 GB/Tidak didukung/?1,5 GB/2 GB/?1,5 GB/2 GB/?1,5 GB/2 GB/??/?/?
Dukungan Address Windowing Extension (AWE)Tidak adaYaYaTidak adaTidak ada
Dukungan NUMATidak adaYaYaTidak adaTidak ada

Daftar layanan antar edisi
FiturStandard EditionEnterprise EditionDatacenter EditionWeb EditionSmall Business Edition
Active Directory (domain controller)YaYaYaTidakYa
Active Directory (anggota sebuah domain)YaYaYaYaYa
Dukungan Microsoft Identity Integration Server 2003Tidak adaYaYaTidak adaTidak ada
Internet Connection Firewall/Windows FirewallYaYayayaYa
Dukungan PKI, certificate service, smart cardYa, separuhYa, penuhYa, penuhYa, separuhYa, separuh
Remote Desktop untuk administrasi jarak jauhYaYaYaYaYa
Terminal ServerYaYaYaTidakYa
Dukungan Terminal Server Session DirectoryTidak adaYaYaTidak adaTidak ada
Pembagian beban/load balancingYaYaYaYaYa
Microsoft Cluster ServiceTidak adaYaYaTidak adaTidak ada
Dukungan Virtual Private Network (VPN)YaYaYaYa, separuhYa
Internet Authorization Service (IAS)YaYaYayaYa
Pembuatan Network BridgeYaYaYaTidak adaYa
Internet Connection Sharing (ICS)YaYayayaYa
Dukungan IPv6YaYaYaYaYa
Distributed File System (DFS)YaYaYaYaYa
Encrypting File System (EFS)YaYaYaYaYa
NTFS Volume Shadow CopyYaYaYaYaYa
Removable Storage Service/Remote StorageYaYaYaTidak adaYa
Dukungan Fax serviceYaYaYaTidak adaYa
Services for MacintoshYaYaYaTidak ada?
IntelliMirrorYaYaYaYa, separuhYa
Group PolicyYaYaYaYa, separuhYa
Windows Management Instrumentation (WMI)YaYaYaYaYa
Instalasi sistem operasi dari jarak jauhYaYaYaYaYa
Remote Installation Services (RIS)YaYaYaTidak ada?
Windows System Resource Manager (WSRM)Tidak adaYaYaTidak ada?
.NET FrameworkYa, versi 1.1Ya, versi 1.1Ya, versi 1.1Ya, versi 1.1Ya, versi 1.1
ASP.NET 1.1/2.0Ya/harus ada .NET Framework 2.0Ya/harus ada .NET Framework 2.0Ya/harus ada .NET Framework 2.0Ya/harus ada .NET Framework 2.0Ya/harus ada .NET Framework 2.0
Internet Information Services (IIS)Ya, versi 6.0Ya, versi 6.0Ya, versi 6.0Ya, versi 6.0Ya, versi 6.0
Enterprise UDDI ServicesYaYaYaTidak ada?
Windows Media Services (WMS)YaYaYaTidak ada?


Versi

Sejak Windows Server 2003 diluncurkan, Microsoft merilis beberapa versi, yakni sebagai berikut:

  • Windows Server 2003 RTM (Release to Manufacture), tanpa Service Pack
  • Windows Server 2003 Service Pack 1
  • Windows Server 2003 R2
  • Windows Server 2003 Service Pack 2


Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan

  • Interface server-nya mirip Windows XP baik versi pro ataupun home edition sehingga terlihat lebih menarik daripada server windows sebelumnya.
  • Cara installasi dan pengoperasian Windows Server 2003 tidak sulit dan jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan Windows NT.
  • Proses rebooting-nya terjadi sangat cepat sehingga terasa seperti bekerja pada mesin dektop yang ringan.
  • Sangat cocok untuk perusahaan besar karena didesain untuk memenuhi kebutuhan konsumen skala besar dan bisnis.
  • DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) yang digunakan pada Windows Server 2003 mampu memudahkan pengoperasian jaringan komputer pada organisasi skala besar.
  • Mudah melakukan konfigurasi DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol).

Kekurangan 

  • Windows Server 2003 terasa kurang memadai untuk Web 2.0 keatas.
  • Ada beberapa aplikasi yang tidak dapat dijalankan di Windows serves 2003 bahkan beberapa diantaranya adalah buatan Microsoft.
  • Jika tidak berhati-hati saat menginstalnya, error akan sering muncul.
  • Untuk dapat menggunakannya diperlukan spesifikasi hardware yang tinggi.
  • Keamanan pada server ini kurang terjamin.

3. Windows server 2008

Windows Server 2008 adalah nama sistem operasi untuk server dari perusahaan Microsoft. Sistem server ini merupakan pengembangan dari versi sebelumnya yang disebut Windows Server 2003. Pada tanggal 15 Mei 2007Bill Gates mengatakan pada konferensi WinHEC bahwa Windows Server 2008 adalah nama baru dari Windows Server "Longhorn".

Sejarah perkembangan

Sistem server ini merupakan pengembangan dari versi sebelumnya yang disebut Windows Server 2003. Pada tanggal 15 Mei 2007, Bill Gates mengatakan pada konferensi WinHEC bahwa Windows Server 2008 adalah nama baru dari Windows Server “Longhorn”.

Windows Server 2008 mendukung sistem client dengan Windows Vista, mirip seperti hubungan antara Windows Server 2003 dan Windows XP. Versi Beta 1 dari sistem server ini pertama kali dikenalkan pada tanggal 27 Juli 2005, dan versi Beta 3-nya sudah diumumkan pada tanggal 25 April 2007 yang lalu.

Windows Server 2008 dibangun dari kode yang sama seperti Windows Vista, karenanya Windows Server 2008 memiliki arsitektur dan fungsionalitas yang sama. Windows Vista disebut oleh Microsoft, menawarkan kemajuan secara teknis dibandingkan dengan Windows versi sebelumnya, maka hal-hal yang dimiliki oleh Windows Vista juga dimiliki oleh Windows Server 2008.


Fitur

Windows Server 2008 dibangun dari kode yang sama seperti Windows Vista; karenanya Windows Server 2008 memiliki arsitektur dan fungsionalitas yang sama dengannya. Karena Windows Vista, oleh Microsoft, menawarkan kemajuan secara teknis dibandingkan dengan Windows versi sebelumnya, maka hal-hal yang dimiliki oleh Windows Vista juga dimiliki oleh Windows Server 2008. Contohnya adalah network stack yang ditulis lagi dari awal (IPv6, jaringan nirkabel, kecepatan, dan peningkatan keamanan); instalasi yang lebih mudah; diagnosa, pemantauan dan pencatatan yang lebih baik; keamanan yang lebih tangguh seperti BitLocker Drive Encryption, Address Space Layout Randomization (ASLR), Windows Firewall yang lebih baik; teknologi Microsoft .NET Framework 3.0, seperti Windows Communication Foundation, Microsoft Message Queuing (MSMQ), dan Windows Workflow Foundation (WFW), dan juga peningkatan pada sisi kernel.

Dari sisi perangkat keras, prosesor dan perangkat memori dimodelkan sebagai perangkat keras Plug and Play, sehingga mengizinkan proses hot-plugging terhadap perangkat-perangkat tersebut. Ini berarti, sumber daya sistem dapat dibagi ke dalam partisi-partisi secara dinamis dengan menggunakan fitur Dynamic Hardware Partitioning, di mana setiap partisi memiliki memori, prosesor, I/O secara independen terhadap partisi lainnya.


Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan 

  • Mempunyai Power Shell sehingga dapat beroperasi tanpa memerlukan GUI (Graphical User Interface).
  • Dengan adanya Power Shell pada Windows Server 2008, maka administrator jaringan dapat mengawasi komputer client dari jarak jauh termasuk saat melakukan booting.
  • Mampu mengatur besar bandwidth yang akan digunakan oleh aplikasi komputer yang terhubung dengan jaringan.
  • Mampu memilih fungsi-fungsi yang akan diinstal. Jadi, jika Anda membutuhkan fungsi lain, Anda bisa menambahkannya tanpa perlu menginstal ulangnya.
  • Mempunyai fitur Network Access Protection yang digunakan untuk mengontrol network security (keamanan jaringan).
  • Memungkinkan perusahaan mengendalikan atau mengontrol server karena adanya fitur pengendalian.
  • Mempunyai fitur Network Client Administrator yang digunakan untuk menyediakan layanan pada Macintosh.
  • Memiliki model keamanan yang berbasis domain.
  • Mempunyai alat untuk mengintegrasikan NetWare dan juga mengontrol jaringan.
  • Windows Server 2008 sudah terintegrasi dengan paket Back office.
  • Sudah kompatibel dengan sistem operasi yang lama seperti IBM OS/2 atau MS-Dos.

Kekurangan 

  • Keamanan Internet Information Services (IIS) kurang terjamin.
  • Browser menjadi sangat lambat karena banyak menggunakan Active X dan Javascript.
  • Sulitnya mengubah konfigurasi dasar pada Windows Server 2008.
  • Sulitnya mengubah file registery pada Windows Server 2008.
  • Mempunyai fitur multimedia yang kurang baik.

4. Windows 2012

Windows Server 2012 ini merupakan pengganti versi Windows 2008 R2 yang fungsinya untuk meningkatkan performa server yang begitu banyak digunakan di dunia. Windows Server 2012 memperluas definisi dari sistem operasi server, dengan kemajuan baru yang signifikan dalam virtualisasi, jaringan penyimpanan, dan otomatisasi. Ratusan fitur baru dapat membantu pelanggan mencapai lompatan transformasional dalam kecepatan, skala dan kekuatan pusat data dan aplikasi.

Microsoft telah mengatur dan memastikan bahwa, kebijakan, keamanan, identitas, mobilitas, penyimpanan dan dukungan ditangani langsung dengan solusi cloud yang memungkinkan untuk fleksibilitas yang besar oleh bisnis ketika tiba saatnya untuk mengelola penyebaran awan. Beberapa fitur dari ratusan fitur baru dan perbaikan fitur yang dapat ditemukan pada Windows Server 2012.

Hyper-V
Hyper-V adalah jawaban yang Microsoft dari VMware. Microsoft mampu menunjukan kalau platform virtualization miliknya mampu menandingi produk virtualisasi lainya yang ada di pasaran. Pada Windows server 2012 ini, Hyper-V akan memiliki fitur baru yang disebut dengan Hyper-V Replica. Mekanisme dari replikasi ini akan menjadi sebuah skenario untuk disaster recovery. Dengan mencatat perubahan log yang terjadi pada disk didalam virtual machine, dan membandingkanya serta melakukan kompresi untuk proses sinkronisasinya ternyata ini dapat menghemat bandwith.

Peran Hyper-V memungkinkan Anda untuk membuat dan mengelola lingkungan komputasi virtual dengan menggunakan teknologi virtualisasi yang dibangun untuk Windows Server 2012. Hyper-V virtualizes perangkat keras untuk menyediakan lingkungan di mana Anda dapat menjalankan beberapa sistem operasi pada saat yang sama pada satu komputer fisik, dengan menjalankan setiap sistem operasi dalam mesin virtual sendiri.

Graphical User Interface (GUI)
Windows server 2012 menjadikan GUI sebagai fitur yang dapat diaktifkan dan dinonaktifkan. Anda dapat menonaktifkan GUI jika Anda lebih tehcies dan lebih menyukai command line.

Server Manager
Pada Windows 2012, anda akan memiliki server manager yang lebih canggih dimana anda dapat dengan mudah mendeploy berbagai macam jenis role secara remote ke pada server fisik maupun virtual. Kemudahan mengklasifikasikan server group mengelompokan server yang dapat diatur dengan mudah hingga peningkatan pada kemampuan remote administration yang mampu mempropovisi server tampa harus membuat koneksi RDP.

4. Dynamic Access Control (DAC)
Microsoft juga mencoba meningkatkan sekuritinya dengan mengintegrasikan DAC yang membantu IT admin untuk membuat model security yang lebih tersentral untuk mengakses jaringan dengan melakukan tag pada data yang sensitif baik secara manual maupun otomatis berdasarkan konten file ataupun si pembuat file.

5. Server Message Block (SMB)
Server Message Block (SMB) protocol yang sudah mencapai versi 3.0 ini mengalami improvisasi yang cukup signifikan. Dimana SMB mendukung fitur file server terbaru seperti SMB transparent failover , SMB Scale Out, SMB Multichannel, SMB Direct, SMB encryption, VSS for SMB file sharing, SMB directory leasing, dan juga SMB PowerShell. Dan tentu saja ini komptaibel dengan Hyper-V, sehingga VHD file yang anda miliki dapat dapat disimpan dalam SMB 3.0 share. SQL database juga dapat disimpan dalam SMB share dengan peningkatan kemampuan.

6. Storage Spaces
Storage Spaces adalah fitur baru dari Server 2012 dimana anda dapat memanfaatkan hard drive yang anda miliki untuk dijadikan storage pool, yang dibagi bagi menjadi spaces selayaknya physical disk. Anda dapat membuat hot standby drive dan menggunakan metode redudansi seperti 2- or 3 jalur mirroring.

7. Active Directory Domain Services Overview
Layanan Domain Active Directory (AD DS) pada Windows Server 2012 termasuk fitur baru yang membuatnya lebih sederhana dan lebih cepat untuk menggunakan kontroler domain (baik lokal dan di awan), lebih fleksibel dan lebih mudah untuk audit yang baik dan mengotorisasi akses ke file, dan lebih mudah untuk melakukan tugas administratif pada skala, baik secara lokal atau jarak jauh, melalui konsisten pengalaman manajemen grafis dan script.

8. ReFS
Windows Server 2012 memberi file system baru yang disebut dengan ReFS atau Resilient File System. Ia tentu saja akan backward compatible dengan NTFS, Sebagai tambahan ReFS akan memberikan fungsi verifikasi data dan auto correction yang digunakan pada Storage Spaces untuk melakukan pengecilan ataupun pembesaran logical storage pool. Dengan kata lain file system baru ini memiliki fitur skalabiliti yang lebih dinamis dan sudah mendukung hingga 16 exabytes (saat ini di limit hingga 16 terabyte.) ReFS secara teoritis mendukung 256 zetabytes (atau juga 270 milyar terabyte).

9. IP Manajemen (IPAM)
Alamat IP Manajemen (IPAM) adalah fitur yang sama sekali baru di Windows Server 2012 yang menyediakan kemampuan administratif dan pemantauan sangat disesuaikan untuk infrastruktur alamat IP pada jaringan perusahaan.

10. Lisensi Yang Sederhana
Anda tidak perlu lagi pusing dengan perhitungan lisensi server yang anda perlukan karena Windows Server 2012 hanya akan memberikan 4 jenis varian yakni: Datacenter, Standard, Essentials, dan juga Foundation. Lisensi untuk Datacenter dan Standard menggunakan berdasrkan per-processor dan juga CAL, Essential dan Foundation digunakan untuk small businesses yang di lisensi per-server dengan limit jumlah user accounts yang terbatas (15 untuk Foundation dan 25 untuk Essential).

Kekurangan & kelebihan



Kelebihan

  • Mempunyai server Manager yang mudah untuk digunakan dibanding versi yang sebelumnya
  • Server Core bisa berpindah ke GUI secara langsung tanpa perlu menginstal ulang, begitu juga sebaliknya
  • Mempunyai Virtual Desktop infrastructure yang kompatibel atau sesuai dengan sistem operasi daripada versi Windows Server yang sebelumnya
  • Administrator akan lebih mudah mengontrol seluruh kegiatan yang tergabung sebagai komputer client karena adanya aplikasi hyper-v
  • Dapat memudahkan client-server ketika akan berbagi file dalam jaringan karena adanya fitur server message block
  • Ada beberapa tool yang bisa digunakan untuk memudahkan administrator atau manajemen sistem seperti tool untuk menambahkan featur dan roles, konfigurasi dan management, server remote administration dan lainnya

Kekurangan

  • Pembelian Windows Server 2012 cenderung mahal
  • Tidak ada dukungan komputer yang berbasis itanium
  • Dalam penggunaannya cukup sulit karena ada penambahan fitur baru yang sepertinya jarang digunakan

5. Windows Server 2016

Windows Server 2016 sebelumnya dirujuk sebagai Windows Server vNext adalah sistem operasi server yang akan datang yang dikembangkan oleh Microsoft sebagai bagian dari keluarga sistem operasi Windows NT, dikembangkan bersamaan dengan Windows 10. Versi pratayang awal pertama (Pratayang Teknis) telah tersedia pada tanggal 1 Oktober 2014 bersama dengan pratayang teknis dari System Center dan saat ini berada dalam tahap pengujian beta publik. Tanggal rilis final untuk sistem operasi server ini diharapkan akan dirilis pada awal tahun 2016, yaitu, tidak dirilis bersamaan dengan sistem operasi klien Windows 10 seperti yang terjadi dengan tiga angka terakhir rilis sistem operasi.

Fitur

  • Active Directory Federation Services: Memungkinkan untuk melakukan konfigurasi AD FS dalam otentikasi pengguna yang disimpan di direktori non-AD, seperti direktori X.500 compliant Lightweight Directory Access Protocol (LDAP) dan basis data SQL.
  • Windows DefenderWindows Server Antimalware telah diinstal dan diaktifkan secara default tanpa GUI, yang merupakan fitur Windows yang dapat diinstal.
  • Remote Desktop Services: dukungan untuk OpenGL 4.4 and OpenCL 1.1, penyempurnaan kinerja dan stabilitas; peranan MultiPoint Services (lihat Windows MultiPoint Server).
  • Storage ServicesStorage QoS Policies yang terpusat, Storage Replica (penyimpanan-agnostik, tingkat-blok, berbasis volume, replikasi sinkron dan asynchronous menggunakan SMB3 antara peladen untuk pemulihan bencana). Storage Replica dapat mereplikasi blok bukan berkas.
  • Failover Clustering: Peningkatan bergulir cluster sistem operasi, Storage Replicas
  • Web Application Proxy: Pra-otentikasi untuk penerbitan aplikasi HTTP Basic, penerbitan aplikasi domain wildcard, pengalihan HTTP ke HTTPS, Perbanyak alamat IP client untuk aplikasi backend.
  • IIS 10: Dukungan untuk HTTP/2
  • Windows PowerShell 5.0
  • Soft Restart: sebuah fitur Windows untuk mempercepat proses dengan melewati inisialisasi perangkat keras dan hanya mengatur ulang perangkat lunak.

Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan

  • Memiliki fitur active directory Federation service yang bisa digunakan untuk melakukan konfigurasi ADFS untuk mengotentifikasi pengguna yang disimpan dalam direktori non-AD.
  • Memiliki fitur Windows Defender anti malware yang sudah terinstal dan diaktifkan secara default tanpa adanya GUIm
  • Terdapat fitur remote desktop service untuk menyempurnakan kinerja serta stabilitas sehingga lebih baik dari versi yang sebelumnya
  • Memiliki fitur failover clustering untuk meningkatkan Cluster sistem operasi serta stories replica secara bergulir

Kekurangan

Untuk mencari tahu apa saja kekurangan dari Windows Server 2016 ini mungkin masih belum banyak terlihat.

Hanya saja menurut testimoni pengguna Windows Server ini kurang compatible jika digunakan pada perangkat spesifikasi rendah.


6. Windows Small Business Server 

Windows SBS 2008 meminimalkan waktu yang anda butuhkan untuk memperoleh dan menerapkan solusi server tunggal, karena lebih mudah digunakan dan karena menggabungkan beberapa teknologi server dengan satu lisensi Microsoft. Dengan Windows SBS 2008, anda tidak perlu mengidentifikasi, membeli atau memberi lisensi beberapa teknologi server dan tidak perlu mencocokkan teknologi dengan perangkat keras yang sesuai.

Keuntungan dari pengalaman penerapan terpadu – yang sepenuhnya mengintegrasikan konfigurasi semua teknologi server yang mendasarinya ke dalam satu wizard penginstalan tunggal.


7. Windows Essential Business Server (EBS) 2008

adalah entri baru di lini produk Solusi Bisnis Esensial, dan yang menangani kesenjangan antara Windows Small Business Server (SBS) 2008 dan server mandiri enterprise yang perusahaannya juga menjual. EBS 2008 didasarkan pada inti Windows Server yang sama seperti SBS 2008, dan menggunakan konsol administratif yang serupa. Ini juga agak sedikit lebih kompleks, dengan kebutuhan instalasi tiga server. Inilah yang perlu Anda ketahui tentang EBS 2008.

Dibangun dari basis kode Windows Server 2008 , dua edisi tersedia: Standard and Premium. Edisi Standar mencakup tiga Server Standar x64 Windows Server 2008 dan di atas ketiga server tersebut: Microsoft Exchange 2007, Microsoft System Center Essentials, Microsoft Forefront Security untuk Exchange Server , dan Forefront Threat Management Gateway (Medium Business Edition). Edisi Premium menambahkan Windows Server 2008 Standard Edition dan perangkat lunak database Microsoft SQL Server 2008 Standard lainnya.

Menurut Microsoft, Essential Business Server memiliki satu konsol pengelolaan / administrasi tunggal, di mana kumpulan klien dan server yang dikelola dapat dipantau dan dikelola. Perangkat lunak pihak ketiga juga dapat menggunakan konsol yang sama untuk menampilkan antarmuka administrasi ke perangkat lunak mereka. CA Technologies dan Symantec akan menggunakan konsol manajemen untuk produk CA ARCserve Backup, Backup Exec dan Symantec Endpoint Protection masing-masing. Server Bisnis Esensial juga mencakup Remote Web Workplace , fitur out-of-the-box yang memungkinkan TI untuk dengan mudah mengatur akses jarak jauh yang aman ke komputer klien perusahaan dan Outlook Web App.

Sejarah Perkembangan

Pada tanggal 5 Maret 2010, Microsoft mengumumkan bahwa karena rendahnya permintaan produk, ia menghentikan penawaran Server Bisnis Esensial setelah tanggal 30 Juni 2010. Microsoft telah merekomendasikan agar Bisnis Esensial menggunakan Windows Server 2008 R2 mandiri, Exchange Server 2010, System Center Essentials 2010, Forefront Security untuk Exchange Server 2010 dan Forefront Threat Management Gateway 2010.


8. Windows Home Server

Windows Home Server, yang memiliki nama kode pengembangan “Quatro” adalah sebuah versi sistem operasi Microsoft Windows yang dikembangkan dari Windows Server 2003 Service Pack yang ditujukan sebagai file server untuk rumahan, khusus bagi orang-orang yang bekerja di rumah dengan mempunyai kapasitas jumlah komputer cukup banyak dan terkoneksi untuk menawarkan fitur file sharing, backup otomatis, dan juga akses secara jarak jauh. Sistem operasi ini diperkenalkan pada tanggal 7 Januari 2007 oleh Bill Gates pada saat konferensi Consumer Electronics Show.

Sejarah perkembangan

Pada tanggal 16 Juli 2007, Windows Home Server akhirnya dirilis dalam versi Release to Manufacture (RTM), dan secara resmi dirilis pada tanggal 7 November 2007. Pada tanggal 20 Juli 2008, Microsoft menawarkan Power Pack 1 untuk Windows Home Server yang memperbaiki beberapa kekurangan Windows Home Server.

Fitur 

  • Backup secara terpusat. Mengizinkan proses backup hingga 10 komputer dengan menggunakan teknologi Single Instance Store untuk menghindari banyak salinan dari berkas yang sama, bahkan jika berkas tersebut berada di dalam banyak komputer.
  • Pemantauan kesehatan komputerWindows Home Server dapat memantau kesehatan semua komputer di dalam jaringan komputer, termasuk status dari antivirus dan juga firewall.
  • File sharing. Menawarkan file sharing untuk komputer-komputer agar dapat menyimpan berkas dari jarak jauh, sebagai perangkat Network Attached Storage. Beberapa kategori juga disediakan untuk menyediakan beberapa tipe berkas, seperti Duments, Music, Pictures, dan Videos. Untuk pencarian yang lebih cepat, maka berkas-berkas tersebut bisa diindeks secara otomatis.
  • Printer sharing. Menawarkan fitur print server secara terpusat untuk menangani semua print jobs untuk semua pengguna.
  • Shadow Copy. Mengambil keuntungan yang ditawarkan oleh Microsoft Volume Shadow Copy Services untuk membuat snapshot, yang dapat mengizinkan versi-versi berkas yang lebih lama dapat dikembalikan.
  • Headless OperationWindows Home Server tidak membutuhkan monitor atau keyboard untuk melakukan manajemen perangkat. Administrasi jarak jauh dilakukan dengan menggunakan aplikasi klien Windows Home Server Console yang disediakan dalam paket Windows Home Server. Fitur ini juga menawarkan koneksi Remote Desktop ke server saat dihubungkan ke LAN yang sama.
  • Remote Access Gateway. Mengizinkan akses secara jarak jauh terhadap semua komputer yang terkoneksi di dalam jaringan melalui Internet.
  • Media StreamingWindows Home Server dapat melakukan streaming media ke sebuah perangkat Xbox 360 atau perangkat lainnya yang mendukung fitur Windows Media Connect.
  • Data redundancyWindows Home Server dapat melindungi terhadap kegagalan sebuah drive tunggal dengan melakukan duplikasi data melalui beberapa drive.
  • Expandable Storage. Menyediakan sebuah ruangan penyimpanan tunggal yang bisa diperluas, sehingga kebutuhan untuk huruf drive menjadi tidak terlalu signifikan lagi.
  • Bisa diperluas dengan menggunakan Add-InWindows Home Server bisa diperluas dengan menggunakan Add-In, yang bisa dibuat oleh para pengembang perangkat lunak pihak ketiga untuk memperluas fitur-fitur dan fungsionalitas dari serverAdd-in dapat dikembangkan dengan menggunakan Windows Home Server SDK, untuk menyediakan layanan tambahan kepada komputer client atau bekerja dengan data yang telah tersimpan di dalam serverAdd-in juga dapat berupa aplikasi ASP.NET, yang di-hosting di atas Microsoft Internet Information Services (IIS) di atas Windows Home Server.
  • Server backup. Dapat melakukan backup terhadap berkas yang disimpan di dalam folder yang di-share di dalam server ke sebuah hard disk eksternal.






sumber:

Komentar